- Gunakan prinsip "jangan besar pasak dari pada tiang", jika prinsip ini dilanggar maka pada level apapun (ekonomi atas atau ekonomi bawah), maka "tiang ekonomi" kita akan rubuh.
- Jangan mengedepankan nafsu atau keinginan, tetapi kedepankanlah kebutuhan yang semestinya.
- Belanjalah dengan menggunakan skala prioritas kebutuhan. Setelah semua kebutuhan terpenuhi barulah keinginin (sekunder / tersier) dipenuhi, -itupun jika memiliki uang yang lebih.
- Pengambilan keputusan untuk belanja jangan hanya mengandalkan gengsi semata. Gengsi (ja'im) semata tidak bisa menyelamatkan seseorang saat kondisi keuangannya buruk.
- Milikilah cadangan keuangan seperlunya walau itu tidak besar, tetapi harus ada. Cash in hand atau barang lain yang mudah diuangkan harus ada sebagai cadangan jika ada saat-saat yang darurat. Jangan mudah mencari pinjaman dengan suku bunga tinggi dan mencekik. Jangan mudah merepotkan orang lain karena kesalahan pengelolaan keuangan kita sendiri.
- Jangan mengkonsumsi segala sesuatunya secara berlebih-lebihan (boros), sesungguhnya Tuhan tidak menyukai segala sesuatunya yang melampaui batas.
- Milikilah prinsip "bertahan dan berkembang", kerja keras, menabung dan ada yang dinikmati seperlunya saja.
- Jika anda merasa sulit mencari uang, maka kesulitan itu harus sebanding dengan saat anda akan mengeluarkannya atau membelanjakannya.
- Utamakan belanja pada prioritas aspek kesehatan dan pendidikan. Jangan lupa membayar zakat dan melakukan sedekah jariyah.
- Catatlah kebutuhan anda yang akan dijadikan daftar belanja. Kemudian jadikan catatan daftar belanja tersebut sebagai sebuah komitmen. Catat pula jumlah uang yang telah dikeluarkan, jumlahkan setiap hari dan bulannya, dan lihat saldo yang ada.
- Syukurilah rezki anda walau jumlahnya tidak seberapa, dan sebaik-baik mensyukurinya ialah dengan belanja yang tepat guna, tepat jumlah serta tidak boros dan tidak mubazir.
- Konsumsi dan belilah produk buatan dalam negeri, dan jika belum tersedia maka baru melakukan transaksi terhadap produk yang berasal dari luar negeri.
- Konsumsilah produk yang halal dengan cara berniaga dan belanja yang halal pula.
- Rajinlah bekerja dengan giat, tekun, semangat, disiplin dan jujur agar kita tetap memiliki rezki yang bisa dibelanjakan dengan baik dan benar. Selamat berkarya dan menikmati hidup sesuai dengan kemampuan yang ada, yang sebenarnya.
Tips Belanja
Setiap aktivitas sebaiknya direncanakan dan dilakukan dengan benar dan
berdisiplin, termasuk dalam berbelanja. Jika hal ini tidak dilakukan
dapat mengakibatkan kondisi keuangan keluarga menjadi buruk, dan dampak
psikologisnya menjadi tidak baik. Misalnya, suami tidak percaya kepada
istri, istri tidak percaya kepada pembantu rumahtangganya, anak-anak
selalu kena dampak amarah dari para orangtuanya. Tidak jarang kondisi
keuangan yang buruk berakibat pada emosi yang labil, orang mudah marah,
mudah tersinggung dan mudah panik, akhirnya kondisi keluarga tidak
nyaman, kondisi persiapan kerja sehari-hari juga menjadi berantakan.
Untuk itulah pentingnya mengatur cashflow keuangan keluarga dengan arif
dan bijaksana.
Langganan:
Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar